Jaring Kawan was born

9:32 pm in Jaringkawan by Webmaster Jaringkawan

Pada tanggal 9 sampai dengan 11 Februari 2009 yang lalu telah diadakan Pertemuan Pembentukan Jejaring Psikososial dan Kesehatan Jiwa dalam Penanggulangan Bencana di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta. Pertemuan yang terselenggara berkat dukungan dari Unika Atma Jaya dan Caritas Germany ini diadakan sebagai suatu upaya dalam menjawab kebutuhan para pekerja kemanusiaan di bidang psikososial untuk membentuk jejaring psikososial dan kesehatan jiwa dalam penanganan bencana. Kebutuhan ini dimunculkan dalam berbagai kesempatan yang mempertemukan para pekerja kemanusiaan tersebut, secara khusus dalam pertemuan-pertemuan yang melibatkan Unika Atma Jaya (silakan lihat berita “Diskusi Para Ahli”).

Pertemuan tiga hari ini bertujuan untuk:

  1. melakukan pembahasan secara lebih rinci mengenai sejumlah aspek penting terkait dengan rencana pembentukan jejaring psikososial dan kesehatan jiwa dalam penanganan bencana.
  2. menyusun kesepakatan mengenai sejumlah aspek penting terkait dengan rencana pembentukan jejaring psikososial dan kesehatan jiwa dalam penanganan bencana.
  3. merancang sejumlah rencana tindak lanjut terkait dengan rencana pembentukan jejaring psikososial dan kesehatan jiwa dalam penanganan bencana.
  4. melaksanakan proses penjajakan kebutuhan terkait dengan isu peningkatan kapasitas dan aspek lain yang dibutuhkan di bidang psikososial dan kesehatan jiwa dalam penanganan bencana.
  5. melaksanakan diskusi dan saling berbagi informasi mengenai sejumlah tema yang berhubungan dengan isu psikososial dan kesehatan jiwa dalam penanganan bencana sebagai sarana peningkatan kapasitas bersama

Tujuan-tujuan di atas tercapai dalam rangkaian proses tiga hari yang masing-masing memiliki kekhasan tersendiri. Pertemuan hari pertama adalah proses pembahasan aspek-aspek penting dalam jejaring. Untuk mendapatkan hasil terbaik dengan cara yang efektif, maka peserta pertemuan hari pertama ini dikhususkan bagi para pekerja kemanusiaan yang telah terlibat dalam pertemuan-pertemuan yang difasilitasi Unika Atma Jaya sebelumnya (silakan lihat berita “Diskusi Para Ahli”) dan juga para pekerja kemanusiaan yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, yaitu Ambon, Papua, Bengkulu, Aceh, Manado, Palu, Medan, Bandung, Cilacap, Malang, Jabodetabek, dan Yogyakarta untuk memberikan perspektif lokalitas dalam pembentukan jejaring ini.

Sejumlah aspek penting akhirnya bisa disepakati di hari pertama dan kemudian disosialisasikan pada peserta hari kedua dengan jumlah yang lebih besar lagi, yang memang hadir karena berminat untuk terlibat dalam jejaring ini. Hari kedua juga dimanfaatkan untuk menggali kebutuhan seluruh peserta yang hadir tersebut akan peningkatan kapasitas, advokasi, dan pengembangan panduan dalam penanganan aspek psikososial dan kesehatan jiwa pada situasi bencana.

Bukan hanya menggali kebutuhan dari para peserta, pertemuan tersebut juga berusaha memberikan sesuatu untuk peserta bawa pulang, yaitu pengetahuan baru lewat diskusi panel yang membahas panduan IASC (Inter Agency Standing Committee) on Mental Health and Psychosocial Support in Emergency Settings dengan narasumber dr. Albert Maramis dari WHO dan Dr. Kristi Poerwandari dari Universitas Indonesia.

Upaya memberikan manfaat bagi peserta pertemuan juga dilanjutkan pada hari ketiga melalui kelas-kelas seminar yang membahas berbagai topik relevan mengenai psikososial dan kesehatan jiwa dalam situasi bencana. Kemudian, ditutup dengan rencana tindak lanjut dari tim ad hoc yang mewakili seluruh anggota dalam menyusun berbagai mekanisme yang masih perlu dipikirkan lebih lanjut dan perkenalan sekelompok orang sebagai anggota sekretariat Jaring Kawan.

Sebagai puncak acara penutupan pertemuan 3 hari itu, Pak Samsul Maarif dari BNPB dan Rektor Unika Atma Jaya Prof. Dr. F.G. Winarno, secara bergantian mengutarakan dukungan daharapan mereka terhadap keberadaan jejaring ini sekaligus sebagai tanda diresmikannya Jaring Kawan. (sek-pjej)